Tuesday, 12 October 2021

Melonjaknya Pengguna Layanan Internet Serta Kondisi Pandemi Dorong Inovasi Layanan Pos

Kebijakan Publik

Hari Pos Dunia memang sudah berlalu pada 9 Oktober lalu. Namun, perkembangan inovasi layanan pos tetap menarik untuk dibicarakan. Pada era modern ini, layanan pos tak lagi berasosiasi hanya dengan pengiriman surat menyurat semata. 


 

Kini, layanan pos telah berkembang menjadi jaringan ekspedisi yang terus meluas. Perkembangan teknologi informasi bahkan ikut menjadi roda yang memutar perkembangan bisnis, setelah sebelumnya sempat mendisrupsi.


 

Pengguna layanan internet di dalam negeri terus meningkat. Kondisi pandemi yang serba terbatas membuat banyak orang beralih ke konsumsi via digital. Hal ini mendorong penetrasi pengguna internet di Indonesia


 

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli menilai, hasil survei yang diselenggarakan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tentang penetrasi pengguna internet di Indonesia menjadi bagian penting untuk mewujudkan transformasi digital.


 

Menurut Dirjen Ramli, survei APJII juga mendukung upaya transformasi digital di mana saat terjadi pandemi Covid-19 terjadi perubahan pola yang sangat signifikan secara digital. 


 

Dia memaparkan bahwa sebelumnya peningkatan pengguna internet lebih tinggi di media sosial, kini setelah pandemi, pergeseran pola penggunaan internet beralih ke pendidikan atau aktivitas kerja, semisal work from home, flexible working space, dan conference.


 

Mencermati hasil survei APJII, Dirjen PPI Kementerian Kominfo menuli ada perubahan sangat signifikan juga terkait dengan belanja online dan sektor kesehatan. 


 

Pembelanjaan daring sempat naik sampai 400% ketika bulan kedua mengalami pandemi. Bahkan, lanjut Ramli, kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pemerintahan pun banyak dilakukan secara daring, termasuk rapat-rapat juga seringkali dilakukan dengan online.


 

Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono menjelaskan hasil utama dari survei Pengguna Internet Indonesia 2019-2020. Saat ini penetrasi pengguna internet Indonesia berjumlah 73,7%, naik dari 64,8% dari tahun 2018.


 

Menurut Sekjen APJII, jika digabungkan dengan angka dari proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) maka populasi  Indonesia tahun 2019 berjumlah 266.911.900 juta, sehingga pengguna internet Indonesia diperkirakan sebanyak 196,7 juta pengguna. 


 

Jumlah tersebut naik dari 171 juta di tahun 2019 dengan penetrasi 73,7% atau naik sekitar 8,9% atau sekitar 25,5 juta pengguna. Kalau di tahun lalu naik 21 juta dan tahun 2020 naik 25,5 juta.


 

Pandemi ini nyatanya turut mengakselerasi layanan pos untuk berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Hal ini juga harapannya menyokong kebutuhan masyarakat sekaligus menopang pemulihan ekonomi pasca-pandemi.


 

Merayakan Hari Pos Dunia


 

Berdasarkan situs resmi PBB, awalnya, tanggal 9 Oktober merupakan hari peringatan berdirinya Universal Postal Union (UPU) pada tahun 1874 di Ibukota Swiss, Bern. Universal Postal Union (UPU) merupakan badan khusus PBB yang berfokus dalam mengkoordinasikan kebijakan pos di antara negara-negara anggota.


 

Lalu dalam Kongres UPU yang diadakan di Tokyo, Jepang pada tahun 1969, Hari Pos Sedunia pertama dicetuskan jatuh pada tanggal 9 Oktober. Semenjak itu, negara-negara di seluruh dunia berpartisipasi setiap tahunnya dalam perayaan tersebut. Kantor pos di berbagai negara menggunakan acara tersebut untuk memperkenalkan atau mempromosikan produk dan layanan pos baru.


 

Adapun tema Hari Pos Sedunia tahun ini adalah "Innovate to Recover". Inovasi Pos, dan ketahanannya dalam melayani masyarakat ini lah yang dirayakan dalam peringatan Hari Pos Sedunia tahun ini.


 

Direktur Jenderal UPU mengatakan, ketika Covid-19 mempengaruhi semua negara di dunia, termasuk infrastruktur rantai pasokan yang sudah mapan, Pos masih menemukan cara untuk terus menawarkan layanan kepada masyarakat. Inovasi Pos dan ketangguhan dalam melayani masyarakat inilah yang dirayakan dalam rangka Hari Pos Sedunia.


 

Dilansir dari situs PBB, setiap tahunnya, lebih dari 150 negara merayakan Hari Pos Sedunia dengan berbagai macam cara. Bahkan, beberapa negara tertentu, Hari Pos Sedunia diperingati sebagai hari libur kerja. 


 

Banyak Kantor Pos menggunakan acara tersebut untuk memperkenalkan atau mempromosikan produk dan layanan pos baru. Beberapa Kantor Pos juga merayakan Hari Pos Sedunia dengan memberikan penghargaan kepada karyawan mereka atas pelayanan yang baik.


 

Lalu, beberapa negara merayakan Hari Pos Sedunia dengan menerbitkan perangko terbaru. Kegiatan lainnya meliputi pemasangan poster Hari Pos Sedunia di kantor pos dan tempat umum lainnya. Selain itu, beberapa Kantor Pos juga mengeluarkan souvenir khusus seperti T-shirt dan lencana dalam merayakan Hari Pos Sedunia ini.


 

SHARE
Light
Dark
© 2021, Polithings. All rights reserved.