Tuesday, 12 October 2021

Pilihan Tepat, Indonesia Tunjuk Bali untuk Jadi Lokasi Pertemuan KTT G20

Kebijakan Publik

Pertemuan forum KTT G20 jadi sorotan lantaran membahas berbagi isu di bidang perekonomian dunia. Kini, dengan ditunjuknya Indonesia menjadi Presidensi G20, 


 

Presiden Joko Widodo langsung membentuk panitia nasional untuk mempersiapkan penyelenggaraannya. Namun masih belum diketahui daerah mana yang akan ditunjuk menjadi lokasi penyelenggaraan agenda internasional tersebut.


 

Terbaru, Presiden Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Bali untuk melaksanakan kunjungan kerja. Salah satu  kegiatan Jokowi di Bali adalah mengecek lokasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Jokowi telah berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sejak 07.45 WIB. Ia menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 untuk terbang ke Badung.


 

Menurut Sekretariat Negara, setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Presiden Jokowi akan langsung menuju Taman Hutan Raya Ngurah Rai untuk meninjau pelaksanaan penanaman mangrove


 

Usai acara itu, Jokowi bergeser ke Gedung Wisma Sabha Utama, Kompleks Kantor Gubernur Bali. Ia akan memberi pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seluruh Provinsi Bali.


 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan mengakhiri kunjungan kerja di Bali dengan mengecek persiapan KTT G20. Ia akan berkeliling Bali untuk melihat lokasi pertemuan 20 negara raksasa itu.


 

"Presiden akan meninjau sejumlah lokasi yang akan digunakan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Pada tahun 2022 mendatang, Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah pertemuan akbar tersebut," ucap Setpres.


 

Jokowi mengatakan, ingin memberikan yang terbaik dalam event internasional tersebut. Dia pun yakin, Bali mampu menjadi tuan rumah KTT G20 mendatang.


 

"Sebagai tuan rumah kita ingin melayani dengan baik, ingin menampilkan yang terbaik. Saya yakin Bali memiliki reputasi, memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan event-event internasional," ujarnya.


 

Di sisi lain dia menyebut kondisi pandemi virus Corona (Covid-19) di Bali saat ini juga sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari capaian vaksinasi Covid-19.


 

"Saya berharap kita baik pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat bali terus ikut bersama-sama mengendalikan Covid-19 ini," jelasnya.


 

"Dan saya tadi pagi sudah mendapat laporan bahwa 98% masyarakat bali sudah menerima vaksin dosis pertama. Dan 79% sudah menerima dosis yang kedua. Ini adalah modal kita dalam mempersiapkan G20 ke depan," ujarnya.


 

Sebelumnya, Ketua DPR RI menghadiri Seventh Group of 20 (G20) Parliamentary Speakers’ Summit (P20) di Italia. Dalam forum parlemen negara-negara G20 itu, Puan berbicara soal global vaccination roadmap sebagai upaya dunia mengakhiri pandemi Covid-19.


 

Forum P20 dibuka oleh Perdana Menteri Italia di Palazzo Madama, Gedung Senat Italia di Roma, Kamis (7/10/2021). Indonesia mendapat giliran menyampaikan pendapat pada sesi 1 event ini.


 

Pertemuan ini dihadiri para Ketua Parlemen negara-negara anggota G20. Puan memperoleh sambutan hangat dalam event P20 ini.


 

“Pandemi telah menyebabkan krisis kemanusiaan. Di 2020 tercatat 255 juta orang kehilangan pekerjaan dan 124 juta orang kembali ke kemiskinan,” kata Puan.


 

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu mengatakan, ada beberapa hal yang P20 dapat lakukan guna mengangkat beban sosial dan menciptakan pekerjaan. Pertama, kata Puan, dengan memperkuat laju pemulihan pandemi dan mempercepat vaksinasi global.


 

“Penanganan kesehatan adalah kunci pemulihan. Dunia memerlukan Rencana Global mengakhiri pandemi, termasuk global vaccination road map untuk mencapai distribusi vaksin secara adil dan merata,” ucapnya.


 

Dalam diskusi bertajuk Response to the Social and Employment Crisis caused by the Pandemi itu, Puan merinci sejumlah langkah terkait global vaccination road map. Mulai dari mendukung dose-sharing, meningkatkan dan diversifikasi produksi vaksin global, mendukung transfer teknologi dan pengecualian hak kekayaan intelektual, serta menghapuskan diskriminasi vaksin.


 

“Negara dengan tingkat vaksinasi tinggi, maka ekonominya cenderung tumbuh lebih tinggi. Di Indonesia, tingkat vaksinasi mencapai lebih dari 150 juta suntikan dan diharapkan mencapai 70% target suntikan pertama sebelum akhir tahun 2021,” ungkap Puan.


 

P20 pun disebut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan seimbang di berbagai kawasan sebagai langkah kedua guna mengangkat beban sosial akibat pandemi Covid-19. Puan menyebut, pertumbuhan ekonomi yang positif akan membuka kembali lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran .


 

“Masyarakat internasional perlu melakukan koordinasi kebijakan ekonomi, baik fiskal maupun moneter,” ujar mantan Menko PMK itu.


 

Lebih lanjut, Puan menyinggung soal pemulihan ekonomi yang dapat dilakukan seiring implementasi ekonomi hijau. Menurutnya, hal itu untuk menciptakan pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan dan seimbang.


 

SHARE
Light
Dark
© 2021, Polithings. All rights reserved.