Tuesday, 12 October 2021

Survei SMRC Menyatakan Puan Bisa Jadi Kuda Hitam Pilpres 2024

Politik

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis riset terbarunya terkait tokoh calon presiden jelang Pemilu 2024. Hasilnya nama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo berada pada posisi teratas. 


 

"Dalam simulasi pilihan tertutup, ada delapan nama. Pada survei September 2021 Prabowo mendapat dukungan 22,5% dan disusul Ganjar 20,5%," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani saat memaparkan hasil survei via daring, Kamis (7/10/2021).


 

Menengok enam sosok lainnya, diketahui ada Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Tri Rismaharini, Agus Harimurti, Ridwan Kamil dan Puan Maharani. Hasilnya nama Anies dan Sandiaga yang menyusul setelahnya Ganjar.


 

"Anies Baswedan berada di posisi 16,3%, dan Sandiaga Uno 7,3%," ungkap Deni.


 

Sisanya, selisih angkanya sangat tipis. Risma memperoleh angka 6,6%, Agus Harimurti memperoleh angka 5,4%, Ridwan Kamil memperoleh angka 5,2%.


 

Selain Puan Maharani menduduki urutan terbawah dengan selisih cukup jauh, yakni sebesar 1,5%.


 

Tokoh lain yang tercatat elektabilitasnya dalam survei capres ini adalah; Menkopolhukam Mahfud MD 2 persen, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 1,7 persen, Menkeu Sri Mulyani 1,5 persen, dan Menteri BUMN Erick Thohir 1 persen.

 

 

Selanjutnya, Kasad Jenderal Andika Perkasa 1 persen, Kepala BIN Budi Gunawan 0,6 persen, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 0,5 persen, dan responden yang menyatakan tidak tahu 16,3 persen.


 

Survei dilakukan pada periode 15-21 September 2021. Responden survei mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam Pemilu. Total responden adalah 1220 orang dan dipilih secara random (multistage random sampling).


 

Margin of error dari survei ini adalah 3,19% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%. Sebagai catatan, response rate yang  valid sebesar 981 orang atau 80%. Mereka dianalisis dan di wawancara tatap muka.


 

Selain itu, PDI Perjuangan dan Gerindra masih menjadi dua partai dengan elektabilitas tertinggi berdasarkan survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMCR). Meski unggul dibanding partai lain, namun elektabilitas PDIP dan Partai Gerindra mengalami penurunan.


 

Berdasarkan survei yang dilaksanakan pada 15-21 September 2021 terhadap 981 responden, elektabilitas PDI Perjuangan sebesar 22,1 persen. Elektabilitas ini turun jika dibandingkan hasil survei Maret 2020 yatu 25,9 persen. Hal yang sama untuk Partai Gerindra, elektabilitasnya turun dari 13.6 persen menjadi 9.9 persen.




 

Puan bisa jadi 'Kuda Hitam'


 

Pemasangan baliho secara massif dipandang sebagai bentuk keseriusan Puan Maharani dalam menjemput kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.


 

Langkah perempuan yang saat ini menjabat ketua DPR RI itu diprediksi tidak begitu efektif untuk menggenjot elektoralnya di hadapan publik.


 

Direktur Eksekutif Periskop Data Muhamad Yusuf Kosim menganalisa dari berbagai hasil survei akselerasi suara Puan Maharani sangat rendah. Dengan demikian, politisi yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan harus lebih kerja keras lagi untuk merebut simpati publik.


 

Ia mengatakan elektabilitas Puan rendah karena selama ini sangat identik dengan sosok ibunya Megawati Soekarnoputri. Pada saat bersamaan sebagian besar dari publik tidak begitu menyukai sosok Ketua Umum PDIP itu.


 

"Puan harus bekerja keras untuk mendapat simpati publik. Melekatnya Puan terhadap Megawati, sementara sebagian publik kurang sreg dengan Megawati," demikian analisa Yuko saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat pagi (6.8).


 

Bacaan politik Yuko, Puan Maharani berpotensi jadi kuda hitam di Pilpres 2024 jika dirinya berhasil melepaskan diri dari bayang-bayang Megawati.


 

Salah satu caranya memastikan konsolidasi PDIP menjemput kemenangan dengan perolehan suara tinggi dan Puan berhasil menjadi simbol kemenangan partai berlambang banteng itu.


 

"Puan harus menghilangkan bayang-bayang Megawati. Perlu kerja keras untuk membebaskan dirinya dari bayang-bayang orang tuanya. Puan akan jadi kuda hitam kalau suara PDIP melambung tinggi," demikian saran Yuko.


 

Mengacu pada survei terbaru Indostrategic tingkat pengetahuan pada sosok Puan Maharani menyentuh angka 60,8 persen. Mantan Menteri PMK era Jokowi periode pertama itu berada di urutan ke enam di bawah Prabowo, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ridwan Kamil.


 

SHARE
Light
Dark
© 2021, Polithings. All rights reserved.