Mahfud MD Berencana Mundur sebagai Menko Polhukam Setelah Keputusan Calon Presiden Ganjar Pranowo

Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud Md, mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) di

polithings

Cawapres nomor urut 3 Mahfud Md dalam acara Tabrak, Prof! di Kota Semarang, Jawa Tengah

Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud Md, mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) di Kabinet Jokowi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara ‘Tabrak Prof’ di Semarang, Jawa Tengah, Selasa malam.

Dalam penjelasannya, Mahfud Md menyatakan bahwa pengunduran dirinya akan dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan menjaga kehormatan terhadap Presiden Jokowi. “Menunggu timing (mundur sebagai Menko Polhukam). Dan dengan rasa hormat kepada Presiden Pak Jokowi, jadi tidak akan menyinggung siapa-siapa,” ujar Mahfud.

Keputusan Mahfud untuk mundur sebagai Menko Polhukam diambil setelah melakukan diskusi dengan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo. Mahfud menegaskan bahwa kesepakatan ini telah ada sejak awal, dan bahwa pengunduran dirinya akan dilakukan secara baik-baik tanpa menimbulkan pertentangan.

“Saya pada saatnya yang tepat, nanti pasti akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik. Jadi, tidak ada pertentangan antara saya dengan Pak Ganjar,” jelas Mahfud. Ia juga menyoroti pernyataannya saat debat cawapres terakhir di Balai Sidang JCC Senayan, Jakarta, di mana ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Menko Polhukam.

Dalam konteks pencalonan sebagai cawapres, Mahfud menjelaskan bahwa saat ini tidak ada aturan yang mengharuskan menteri mundur dari jabatannya jika mencalonkan diri sebagai capres atau cawapres. Meskipun begitu, Mahfud memberikan jaminan bahwa ia tidak akan menggunakan fasilitasnya sebagai Menko Polhukam untuk kepentingan kampanye.

“Ini sudah 3 bulan saya lakukan. Saya tidak pernah menggunakan fasilitas negara. Saya masih berkantor di Polhukam secara rutin. Semua surat masuk pasti selesai tidak sampai seminggu meskipun saya cawapres,” ungkap Mahfud. Ia juga telah meminta kepada Pemda agar tidak memberikan pelayanan khusus ketika ia berkunjung ke daerah-daerah.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, juga telah berbincang dengan Mahfud Md dan menyarankan agar mundur dari jabatan Menko Polhukam. Masa kampanye pemilu dimulai pada 28 November 2023, dan pemungutan suara dijadwalkan pada 14 Februari 2024.

Avatar photo

polithings

Di Polithings, Anda dapat menemukan informasi yang akurat dan komprehensif tentang berbagai topik politik, kebijakan publik, ekonomi, dan bisnis.

Tags

Baca Juga

Tinggalkan komentar