Muhammadiyah dan NU Mendapatkan Penghargaan Internasional karena Komitmen Kemanusiaan yang Kuat

Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, dikabarkan meraih penghargaan prestisius Zayed Award for Human Fraternity. Penghargaan tersebut akan diserahkan dalam

polithings

Prof Syafiq A. Mughn dalam konferens pers di Abu Dhabi Muhammadiyah menerima penghargaan Zayed Award

Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, dikabarkan meraih penghargaan prestisius Zayed Award for Human Fraternity. Penghargaan tersebut akan diserahkan dalam acara di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 4 Februari 2024.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, mengungkapkan kebahagiannya melalui akun media sosial pribadinya. Ia menyatakan bahwa menerima penghargaan tersebut merupakan kehormatan besar bagi Muhammadiyah dan akan memperkuat motivasi kerja kemanusiaan di tingkat global.

Syafiq juga menegaskan bahwa penghargaan ini adalah pengakuan atas peran vital yang telah dimainkan oleh Muhammadiyah dalam mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menyatakan bahwa Muhammadiyah meyakini pentingnya saling menghormati dan menghargai sesama manusia, yang mendorong mereka untuk bekerja lebih keras di tingkat global.

Penghargaan ini dianggap sebagai dorongan bagi kerja sama lintas iman dan diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk kolaborasi serupa di tingkat lokal dan global. Syafiq optimis bahwa langkah-langkah persaudaraan dan perdamaian yang diterapkan oleh Muhammadiyah akan terus memberikan dampak positif di berbagai tingkatan masyarakat.

Salah satu juri Zayed Award, Irina Bokova, mengapresiasi peran Muhammadiyah dan NU dalam upaya menciptakan perdamaian. Ia juga mengakui bahwa Muhammadiyah dan NU telah berkontribusi besar dalam moderasi dan keterlibatan sosial melalui pendidikan dan kesehatan, yang telah menyentuh kehidupan ribuan orang.

Zayed Award for Human Fraternity didirikan pada 4 Februari 2019 sebagai hasil pertemuan antara Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb dan Paus Fransiskus di Abu Dhabi. Penghargaan ini bertujuan untuk menghargai individu dan entitas yang berkontribusi signifikan terhadap kemajuan peradaban manusia dan menciptakan kedamaian dalam hidup berdampingan.

Proses penominasian penerima Zayed Award telah dilakukan pada awal Desember di Roma oleh juri independen, termasuk mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Kardinal Leonardo Sandri, dan Rebeca Grynspan Mayufis, Sekretaris Jenderal Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD).

Sumber: [Headline.co.id](https://www.headline.co.id/muhammadiyah-dan-nu-raih-penghargaan-internasional-diperkuat-motivasi-kemanusiaan/)

Avatar photo

polithings

Di Polithings, Anda dapat menemukan informasi yang akurat dan komprehensif tentang berbagai topik politik, kebijakan publik, ekonomi, dan bisnis.

Tags

Baca Juga

Tinggalkan komentar