Teriakan ‘Solo Bukan Gibran’ Bergema saat Massa Sambut Kampanye Ganjar-Mahfud di Benteng Vastenburg

Dengan sorak sorai yang menggema di sepanjang jalan, warga Solo membuat suara mereka terdengar hari ini saat mereka berunjuk rasa menentang bayang-bayang politik dinasti yang

polithings

Ratusan ribu warga Solo Raya tumpah ruah menyambut kehadiran Ganjar Pranowo dan Mahfud MD

Dengan sorak sorai yang menggema di sepanjang jalan, warga Solo membuat suara mereka terdengar hari ini saat mereka berunjuk rasa menentang bayang-bayang politik dinasti yang mengancam. Di tengah semangat kampanye untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, warga Solo dengan tegas menyatakan, “Solo bukan Gibran.”

Pemandangan yang hidup terjadi ketika Ganjar dan Mahfud, didampingi oleh sebuah prosesi yang meriah, menuju Benteng Vastenburg. Sebelumnya, mereka menjadi penonton dalam pertunjukan wayang kulit Jawa, yang menggambarkan kemenangan kebajikan atas kejahatan, yang diadakan di depan Balai Kota Solo – tempat yang sama di mana Gibran Rakabuming, salah satu calon wakil presiden, berkantor.

Ketika rombongan Ganjar dan Mahfud mendekati Benteng Vastenburg, puluhan protes yang menunggu berubah menjadi seruan yang bersatu. Pesan mereka bergema di udara, mencerminkan sentimen ribuan orang yang berkumpul di luar tembok benteng bersejarah itu. “Solo bukan Gibran,” teriak mereka, suara mereka bergema di antara batu-batu bersejarah, menjadi bukti keteguhan hati mereka.

Seruan itu mereda hanya setelah Ganjar, Mahfud, dan para pendampingnya menghilang di balik gerbang Benteng Vastenburg untuk menyampaikan pidato mereka kepada ratusan ribu pendukung yang menunggu di dalam. Ganjar, siap untuk memberikan pidatonya, akan segera berdiri di depan ratusan ribu pendukung, mengobarkan semangat mereka untuk tujuan yang sama.

Hari ini menjadi puncak kampanye besar-besaran Ganjar dan Mahfud, dengan Solo menjadi latar belakang bagi permohonan mereka yang penuh semangat. Setelah berada di Solo, mereka dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanan mereka dengan mengadakan kampanye di Semarang di kemudian hari. Puan Maharani, Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menyatakan optimisme bahwa Jawa Tengah – yang secara tradisional menjadi benteng partainya – akan terus bersumpah setia kepada Ganjar dan Mahfud.

Puan Maharani juga mengungkapkan perencanaan yang cermat yang dilakukan oleh Tim Kampanye Nasional untuk Ganjar dan Mahfud, yang mencapai puncaknya dalam perayaan besar-besaran yang diberi judul “Hajatan Rakyat” menjelang hari terakhir kampanye terbuka. “Dimulai dari pagi ini, berlanjut melalui Benteng Vastenburg di Solo, kemudian menuju Semarang, dan dengan rahmat Allah, Jawa Tengah akan tetap menjadi benteng PDIP,” katanya dengan mantap dari jantung jalan-jalan yang hidup di Solo.

Terimakasih telah membaca Kampanye Ganjar-Mahfud Disambut Massa Teriakan ‘Solo Bukan Gibran’ di Benteng Vastenburg semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Polithings.id atau bisa juga baca berita kami di Google News Headline dan ikuti berita terbaru di Chanel WA Headline.

Baca juga: Lebih dari Pemimpin, ini 3 Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga Menurut Ajaran Islam.

Avatar photo

polithings

Di Polithings, Anda dapat menemukan informasi yang akurat dan komprehensif tentang berbagai topik politik, kebijakan publik, ekonomi, dan bisnis.

Tags

Baca Juga

Tinggalkan komentar